Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Kolaborasi Pemkab Kutim dan Pemprov Kaltim Pulihkan Pasokan Air Bersih Sangkulirang

30 Sep 2026 10:00:49304 Dibaca
No Photo

Kutai Timur - Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di Kecamatan Sangkulirang. Setelah sempat mengalami gangguan selama kurang lebih empat bulan, pasokan air bersih kini disebut telah kembali memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pemanfaatan fasilitas pengolahan air yang tersedia.

Camat Sangkulirang, Cipto Buntoro, mengatakan kolaborasi antarpemerintah menjadi bagian penting dalam penanganan kendala pasokan air bersih yang sebelumnya dirasakan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan instalasi pengolahan air untuk mendukung distribusi air kepada warga di Sangkulirang dan Kaliorang.

“Alhamdulillah di tahun 2026 ini kebutuhan air bersihnya yang kemarin sudah sempat mengalami kemacetan kurang lebih empat bulan, berkat kerja sama Kutai Timur dan pemerintah Kalimantan Timur,” ungkap Cipto.

Menurutnya, instalasi pengolahan air bersih yang berada di Kekmang dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat di kedua wilayah tersebut. Keberadaan fasilitas itu menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan agar dapat digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga.

Pengelolaan pasokan air bersih tersebut melibatkan Perumda Air Minum atau PDAM Kutai Timur bersama PT Melati Bakti Satya (MBS), perusahaan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang disebut dalam wawancara. Kerja sama tersebut mendukung pemanfaatan instalasi pengolahan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sebelumnya, gangguan pasokan selama sekitar empat bulan menjadi kendala bagi masyarakat dalam memperoleh air bersih. Kondisi itu menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi dalam menangani kebutuhan dasar masyarakat, khususnya layanan air bersih.

Cipto menyebut pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi perhatian penting, terlebih ketika wilayah memasuki musim kemarau. Pada kondisi tersebut, ketersediaan pasokan air yang memadai diperlukan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari masyarakat. Karena itu, pengelolaan fasilitas pengolahan air dan koordinasi antarpihak menjadi bagian yang perlu terus diperhatikan.

Setelah penanganan melalui kerja sama tersebut, Cipto menyampaikan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat Sangkulirang saat ini telah terpenuhi. Kondisi ini menjadi perkembangan yang berarti setelah masyarakat sebelumnya menghadapi gangguan pasokan dalam waktu cukup lama.

Kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi juga memperlihatkan pentingnya pembagian peran dalam menjaga keberlangsungan pelayanan dasar. Dukungan fasilitas pengolahan air, bersama pengelolaan distribusi oleh pihak terkait, menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat di Sangkulirang dan Kaliorang.

Meski pasokan saat ini disebut telah memenuhi kebutuhan masyarakat, keberlanjutan pengelolaan tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan. Ketersediaan air bersih, terutama saat musim kemarau, membutuhkan pengelolaan yang sesuai agar layanan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat.

Cipto berharap kerja sama yang telah dilakukan dapat mendukung keberlangsungan pelayanan air bersih di wilayahnya. Pemenuhan kebutuhan air tersebut menjadi salah satu bagian dari peningkatan pelayanan dasar yang dirasakan masyarakat, sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antarpemerintah dalam menangani kebutuhan infrastruktur di kawasan Sangkulirang dan sekitarnya. (EL/ADV)

Terkini