Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Pemdes Pulau Miang Dorong Kajian Lingkungan untuk Aktivitas Kapal di Laut

29 Sep 2026 12:00:47303 Dibaca
No Photo

Kutai Timur - Pemerintah Desa Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mendorong perhatian lebih lanjut terhadap dampak aktivitas kapal di perairan sekitar wilayah tersebut. Salah satu gagasan yang pernah dibicarakan adalah kajian lingkungan atau analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) di laut untuk melihat kondisi aktivitas perairan secara lebih menyeluruh.

Kepala Desa (Kades) Pulau Miang, Alimuddin Daoed, mengatakan persoalan ini muncul karena masyarakat nelayan merasakan adanya gangguan saat menjalankan aktivitas di laut. Menurutnya, kawasan perairan di sekitar Pulau Miang kini banyak digunakan oleh kapal, sementara wilayah tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mencari ikan.

Alimuddin menyebut gagasan mengenai AMDAL di laut pernah disampaikan oleh seseorang yang dinilainya memiliki perhatian terhadap persoalan tersebut.

“Ada Budi dari Jakarta, tapi Demokrat Kalimantan Timur. Beliau itu sangat perhatian, mau mencoba bagaimana membuat AMDAL di laut,” ujarnya.

Menurut Alimuddin, gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk melihat kondisi perairan dan aktivitas kapal yang berlangsung di kawasan Pulau Miang. Ia berharap persoalan yang dirasakan masyarakat dapat disampaikan kepada pemerintah sehingga memperoleh perhatian dan dibahas bersama pihak terkait.

Keberadaan kapal di sekitar pulau menjadi salah satu hal yang disoroti pemerintah desa. Alimuddin menjelaskan bahwa aktivitas kapal berlangsung di kawasan yang juga bersinggungan dengan lokasi yang biasa dimanfaatkan nelayan untuk melakukan kegiatan perikanan.

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran mengenai material yang mungkin berasal dari aktivitas kapal, termasuk batu bara dan minyak. Meski demikian, kekhawatiran tersebut masih berupa pernyataan kepala desa dan belum disertai hasil pengujian lingkungan dalam bahan wawancara yang disampaikan.

Karena itu, perhatian terhadap kondisi laut dinilai perlu ditindaklanjuti agar persoalan yang muncul dapat dipahami secara lebih jelas. Kajian lingkungan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi perairan serta aktivitas yang berlangsung di dalamnya, sehingga pembahasan tidak hanya didasarkan pada keluhan masyarakat.

Alimuddin menegaskan bahwa pemerintah desa ingin persoalan yang dihadapi nelayan mendapat perhatian dari pemerintah. Ia berharap ada langkah lanjutan untuk membahas kondisi tersebut, terutama karena laut masih menjadi bagian penting dari kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat Pulau Miang.

“Kalau memang ini bisa ditindaklanjuti, supaya pemerintah ini mendengarkan ini bahwa ada kesulitan,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi pemerintah desa mengenai kesulitan yang dirasakan masyarakat. Menurut Alimuddin, pembahasan bersama pemerintah dan pihak terkait diperlukan agar persoalan aktivitas kapal di perairan Pulau Miang dapat ditinjau lebih lanjut.

Ia berharap usulan kajian lingkungan dapat menjadi bagian dari upaya mencari pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai kondisi laut setempat. Dengan adanya perhatian terhadap aktivitas yang berlangsung di perairan, kepentingan masyarakat nelayan diharapkan tetap menjadi pertimbangan dalam pembahasan pengelolaan kawasan tersebut.

Ke depan, pemerintah desa berharap komunikasi dan tindak lanjut dari pihak terkait dapat membuka ruang pembahasan mengenai aktivitas kapal serta kondisi perairan Pulau Miang. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memperhatikan kebutuhan masyarakat yang bergantung pada laut, sekaligus memberikan dasar yang lebih jelas dalam membahas berbagai aktivitas di kawasan itu. (EL/ADV)

Terkini