Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Pemprov Kaltim Siapkan Rencana Akses Jalan Jembatan Nibung Menuju Berau

30 Sep 2026 10:00:52304 Dibaca
No Photo

Kutai Timur - Pembangunan jalan dan keberadaan Jembatan Nibung menjadi bagian dari perkembangan infrastruktur yang berpotensi memperkuat konektivitas Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dengan wilayah sekitarnya, termasuk Berau. Rencana pembangunan akses jalan lanjutan menuju kawasan tersebut juga mulai dibicarakan sebagai upaya membuka hubungan antardaerah yang lebih mudah.

Camat Sangkulirang, Cipto Buntoro, mengatakan pembangunan infrastruktur di wilayahnya telah menunjukkan perkembangan. Salah satunya melalui pembangunan jalan dari Sangkulirang menuju Kaubun hingga Karangan yang mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Selain jalan penghubung antarkecamatan, keberadaan Jembatan Nibung turut menjadi perhatian dalam pengembangan akses lintas daerah. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki peran dalam mendukung hubungan Sangkulirang dengan wilayah lain, terutama melalui jalur yang mengarah ke Berau.

“Dibangunnya Jembatan Nibung juga sudah merupakan jembatan akses untuk memudahkan dari lintas daerah dari Provinsi Kalimantan Utara terutama dari Berau,” kata Cipto.

Menurutnya, keterhubungan antardaerah melalui infrastruktur jalan dan jembatan dapat membuka peluang mobilitas masyarakat yang lebih luas. Akses yang semakin terhubung diharapkan memudahkan perjalanan dari satu wilayah ke wilayah lainnya dibandingkan ketika jalur penghubung belum tersedia secara memadai.

Tidak hanya mengandalkan infrastruktur yang telah dibangun, rencana pengembangan akses jalan lanjutan juga menjadi bagian dari pembahasan. Cipto menyebut pihak kecamatan telah dihubungi oleh pemerintah provinsi melalui Dinas Pekerjaan Umum terkait rencana pembangunan jalan dari Jembatan Nibung menuju kawasan Biatan kilometer 47.

“Rencananya kemarin sudah dihubungi oleh pemerintah PU Provinsi untuk rencana akses jalan berkenaan dengan pembangunan akses jalan Jembatan Nibung menuju ke Biatan kilo 47,” ujarnya.

Komunikasi tersebut menjadi salah satu perkembangan yang diharapkan dapat berlanjut menuju realisasi pembangunan. Meski demikian, rencana akses jalan tersebut masih memerlukan tindak lanjut agar perkembangan pembahasannya dapat diketahui secara lebih jelas.

Cipto berharap koordinasi antara pihak terkait dapat terus berjalan sehingga rencana pembangunan tidak berhenti pada tahap komunikasi. Menurutnya, peningkatan konektivitas menjadi salah satu kebutuhan yang dapat mendukung hubungan Sangkulirang dengan kawasan di sekitarnya.

Di sisi lain, keterhubungan antardaerah juga memiliki kaitan dengan potensi pariwisata di kawasan tersebut. Sejumlah destinasi yang disebut berada di jalur lintasan maupun kawasan sekitarnya antara lain Pulau Miang, Pantai Marang, Pantai Sekerat, Teluk Sumbang, dan Labuan Cermin.

Keberadaan destinasi tersebut menjadi salah satu alasan konektivitas wilayah perlu diperhatikan. Akses jalan yang lebih baik berpotensi membantu pergerakan masyarakat menuju berbagai lokasi, meskipun manfaatnya tetap bergantung pada realisasi pembangunan dan kondisi akses yang tersedia.

Pengembangan infrastruktur di Sangkulirang pun tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat, tetapi juga dengan peluang memperluas hubungan ekonomi dan aktivitas antarwilayah. Jalan penghubung dan jembatan menjadi bagian dari sarana yang mendukung mobilitas, sementara rencana akses lanjutan masih membutuhkan proses berikutnya.

Cipto memandang penguatan konektivitas sebagai bagian dari perkembangan Sangkulirang yang perlu terus didorong melalui pembangunan infrastruktur. Ia berharap rencana akses dari Jembatan Nibung menuju Biatan kilometer 47 dapat berlanjut sehingga hubungan Sangkulirang dengan Berau dan kawasan sekitarnya semakin terbuka. (EL/ADV)

Terkini