Kutai Timur - Perkembangan aktivitas perusahaan, penggunaan teknologi pertanian, hingga pembangunan infrastruktur menjadi sejumlah perubahan yang terlihat di Kecamatan Sangkulirang dan kawasan Sangsaka, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Perubahan tersebut dinilai mencerminkan dinamika kegiatan ekonomi masyarakat yang berlangsung seiring perkembangan wilayah.
Camat Sangkulirang, Cipto Buntoro, mengatakan perkembangan ekonomi di kawasan tersebut dapat diamati melalui berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, peningkatan aktivitas usaha dan perubahan pola kegiatan pertanian menjadi bagian dari perkembangan yang terlihat secara langsung di lapangan.
“Kalau perkembangan ekonomi di wilayah Sangkulirang atau Sangsaka itu secara kasat mata kita lihat memang luar biasa perkembangannya,” ungkap Cipto.
Salah satu perubahan yang disoroti adalah bertambahnya jumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Sangkulirang. Perusahaan dari sektor pertambangan maupun perkebunan disebut turut mewarnai aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Keberadaan berbagai perusahaan itu menjadi salah satu indikator perkembangan kegiatan usaha yang diamati oleh pemerintah kecamatan.
Selain sektor perusahaan, perubahan juga terlihat dalam kegiatan pertanian masyarakat. Cipto menyebut petani yang sebelumnya lebih banyak mengandalkan cara tradisional kini rata-rata mulai memanfaatkan peralatan dan teknologi yang lebih modern untuk menjalankan aktivitasnya.
Perubahan metode kerja tersebut menjadi bagian dari perkembangan yang terjadi di sektor pertanian. Penggunaan peralatan yang lebih modern menunjukkan adanya pergeseran cara masyarakat mengelola kegiatan usaha tani dibandingkan dengan pola yang sebelumnya dilakukan secara tradisional.
Menurut Cipto, dinamika ekonomi juga dapat dilihat dari perubahan kondisi rumah tangga masyarakat. Ia membandingkan penggunaan kendaraan yang sebelumnya lebih banyak didominasi sepeda motor dengan kondisi saat ini, ketika kendaraan roda empat dinilai semakin banyak digunakan masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwasanya ekonomi masyarakat Sangkulirang khususnya dan Sangsaka pada umumnya itu luar biasa perkembangannya,” ujarnya.
Cipto juga melihat pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari perubahan yang berlangsung di Sangkulirang dan kawasan sekitarnya. Salah satu perkembangan yang disebutkannya adalah pembangunan jalan menuju Kaubun hingga Karangan, termasuk pembangunan jembatan yang mendukung akses antardaerah.
Infrastruktur jalan dan jembatan memiliki keterkaitan dengan pergerakan masyarakat serta kegiatan ekonomi. Akses antardaerah menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam perkembangan wilayah karena mendukung mobilitas orang dan aktivitas yang berlangsung di berbagai kawasan.
Pembangunan infrastruktur tersebut berjalan bersamaan dengan perubahan pada sektor usaha dan pertanian. Dalam pandangan Cipto, perkembangan wilayah tidak hanya dapat dilihat dari satu bidang, tetapi juga melalui perubahan aktivitas masyarakat, penggunaan teknologi, kondisi rumah tangga, serta pembangunan sarana pendukung.
Berbagai perubahan itu menjadi gambaran dinamika ekonomi di Sangkulirang dan Sangsaka. Bertambahnya aktivitas perusahaan, penggunaan peralatan pertanian yang lebih modern, serta perkembangan jalan dan jembatan merupakan sejumlah indikator yang disampaikan Cipto dalam menggambarkan kondisi wilayahnya.
Meski demikian, perkembangan tersebut merupakan gambaran berdasarkan pengamatan yang disampaikan oleh camat. Tidak ada angka statistik mengenai pertumbuhan ekonomi maupun jumlah perusahaan yang disebutkan dalam keterangan tersebut.
Cipto memandang perkembangan yang terjadi saat ini sebagai bagian dari proses perubahan wilayah secara bertahap. Berbagai potensi yang dimiliki Sangkulirang dan kawasan sekitarnya diharapkan dapat menjadi bagian dari arah pembangunan ke depan, seiring berjalannya aktivitas ekonomi masyarakat dan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. (EL/ADV)
Masukkan alamat email untukmendapatkan informasi terbaru