Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Produksi Pertanian Kutim Dipacu melalui Program 850 Hektare

02 Oct 2026 05:00:28299 Dibaca
No Photo

Kutai Timur - Pengembangan areal pertanian menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan produksi pangan di Kutai Timur (Kutim). Program yang mencakup sekitar 850 hektare diarahkan untuk mendorong peningkatan hasil sekaligus memperkuat ketersediaan pangan daerah.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan peningkatan produksi harus dibarengi kesiapan penanganan hasil panen. Target produksi yang semakin besar membutuhkan dukungan fasilitas hilir agar hasil pertanian tidak berhenti setelah proses panen.


Program tersebut memiliki potensi produksi yang cukup besar. Dengan produktivitas sekitar 8–10 ton per hektare, areal 850 hektare dapat menghasilkan sekitar 6.800 hingga 8.500 ton.


Potensi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan luas tanam harus diikuti dengan kesiapan fasilitas penyimpanan dan pengolahan. Tanpa dukungan di bagian hilir, peningkatan produksi dapat menghadapi persoalan ketika hasil panen terkumpul dalam jumlah besar.


“Tempat yang sebenarnya hampir mirip dengan pertanian. Jadi kalau pertanian itu di hulunya, nah harus ada yang menangani di hilirnya,” ujar Dyah.


Menurutnya, hubungan antara hulu dan hilir menjadi bagian penting dalam membangun sistem pertanian yang berkelanjutan. Produksi petani tidak hanya perlu ditingkatkan, tetapi juga harus memiliki dukungan penanganan setelah panen.


“Kalau hilirnya tidak dikerjakan, hulunya ini akan berhenti,” katanya.


Karena itu, rencana penyediaan fasilitas penyimpanan menjadi penting seiring dengan pengembangan areal pertanian. Pemerintah daerah menyiapkan lahan sekitar tiga hektare untuk mendukung pembangunan gudang Bulog.


Ketersediaan gudang diharapkan dapat menjadi bagian dari kesiapan daerah menghadapi peningkatan produksi. Fasilitas tersebut dibutuhkan untuk membantu menampung hasil pertanian sehingga produksi dari wilayah pengembangan dapat ditangani secara lebih baik.


Dyah menilai pembangunan sektor pangan perlu dilakukan secara menyeluruh. Peningkatan produksi di lahan pertanian harus berjalan bersama dengan kesiapan sarana penanganan, penyimpanan, dan pengelolaan hasil agar potensi produksi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. (ADV/IR)

Terkini