Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Sangkulirang Tingkatkan Sosialisasi Pencegahan Karhutla Selama Musim Kemarau

30 Sep 2026 10:00:55304 Dibaca
No Photo

Kutai Timur - Pemerintah Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring kondisi cuaca yang kering. Upaya pencegahan dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun pekarangan tanpa pengawasan yang ketat.

Camat Sangkulirang, Cipto Buntoro, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat gabungan bersama lintas sektor untuk membahas langkah antisipasi kebakaran. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mengingatkan masyarakat mengenai risiko pembakaran di tengah kondisi lingkungan yang kering.

“Kami sudah mengadakan rapat gabungan di sana, kemudian berkenaan dengan kegiatan itu tentunya kami sangat mewaspadai dan memberikan suatu sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun pembakaran pekarangan,” ungkap Cipto.

Menurutnya, penyampaian imbauan dilakukan dengan memanfaatkan berbagai kegiatan dan ruang pertemuan masyarakat. Pemerintah kecamatan menyosialisasikan pencegahan kebakaran melalui pengumuman di masjid, kegiatan sosial kemasyarakatan, majelis taklim, aktivitas olahraga, hingga forum keagamaan.

Pendekatan tersebut dilakukan agar pesan pencegahan dapat menjangkau masyarakat melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Cipto menilai keterlibatan warga diperlukan karena kondisi kering meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kebakaran yang dapat meluas dan berdampak pada lingkungan maupun aset masyarakat.

Ia juga menyoroti praktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang masih berkaitan dengan kearifan lokal masyarakat. Menurutnya, kebiasaan tersebut perlu disikapi secara hati-hati, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering. Karena itu, masyarakat diminta menunda pembakaran apabila belum terdapat pengawasan yang ketat.

“Walaupun kearifan lokal, tapi tolong jangan dilakukan pembakaran dulu tanpa ada pengawasan yang ketat karena memang dampaknya sangat luas sekali,” ujarnya.

Selain mengajak masyarakat melakukan pencegahan, pemerintah kecamatan memperkuat koordinasi dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah Sangkulirang. Sejumlah perusahaan disebut telah membantu upaya pencegahan dan pemadaman apabila terjadi kebakaran lahan.

Kerja sama tersebut juga dilakukan di wilayah Sangkulirang seberang dengan melibatkan perusahaan yang beroperasi di kawasan itu. Sementara itu, di Pulau Miang, dukungan perusahaan turut membantu penanganan apabila terjadi kebakaran.

Keterlibatan berbagai pihak dinilai diperlukan untuk mendukung upaya menghadapi potensi kebakaran, terutama di wilayah yang membutuhkan koordinasi dalam penanganannya. Pemerintah kecamatan bersama masyarakat dan perusahaan diharapkan dapat terus menjaga kesiapsiagaan selama kondisi cuaca kering berlangsung.

Cipto turut menyebut Desa Kolek dan Benua Baru sebagai wilayah yang masih menjadi perhatian dalam upaya pencegahan kebakaran. Khusus di Desa Kolek, pihaknya mengaku beberapa kali menghadapi kesulitan ketika melakukan penanganan kebakaran. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat dukungan lintas sektor.

Pencegahan sejak awal menjadi perhatian agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, sementara koordinasi dengan perusahaan dan unsur terkait tetap diperlukan untuk mendukung penanganan di lapangan.

Melalui rapat gabungan, sosialisasi di berbagai kegiatan masyarakat, serta kerja sama dengan perusahaan, Pemerintah Kecamatan Sangkulirang berupaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Kewaspadaan bersama diharapkan terus terjaga, khususnya di Desa Kolek, Benua Baru, dan wilayah lain yang memerlukan perhatian selama kondisi kering. (EL/ADV)

Terkini