Share ke media
Advetorial Kutai Timur

Sembilan Pompa Dukung Pengairan, Drone Pertanian Kutim Menanti Kesiapan SDM

18 Sep 2026 03:00:35304 Dibaca
No Photo

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus menambah dukungan sarana pertanian untuk membantu petani menghadapi persoalan di lapangan, mulai dari keterbatasan air hingga kebutuhan pengendalian hama. Namun, ketersediaan alat belum sepenuhnya cukup karena pemanfaatannya juga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan teknis.


Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur menerima sejumlah bantuan alat dari pemerintah pusat. Di antaranya sembilan unit pompa air yang ditempatkan di tiga kecamatan untuk membantu kebutuhan pengairan lahan pertanian ketika pasokan air mengalami kendala.


Plt Kepala DTPHP Kabupaten Kutai Timur Purno Edi mengatakan bantuan pompa tersebut tersebar di Kecamatan Bengalon, Long Mesangat, dan Sangatta Selatan. Masing-masing wilayah mendapatkan jumlah unit yang berbeda berdasarkan penyaluran yang diterima.


“Bantuan pompa air yang kita juga sama ini dapat dari pusat, di Kecamatan Bengalon itu ada empat, Long Mesangat ada empat, kemudian di Sangatta Selatan satu,” kata Purno Edi di Kantor DTPHP Kutai Timur.


Dengan pembagian tersebut, total terdapat sembilan unit pompa air yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan pengairan pertanian. Keberadaan peralatan itu diharapkan membantu kelompok tani mempertahankan tanaman ketika kondisi kekeringan mulai mengganggu ketersediaan air.


“Nah, itu yang kita dapatkan pompa,” ujarnya.


Selain peralatan untuk pengairan, DTPHP juga memiliki satu unit drone pertanian. Alat tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pekerjaan pemupukan maupun pengendalian hama pada lahan pertanian.


Namun, pemanfaatan drone tersebut masih membutuhkan persiapan dari sisi tenaga pengoperasi. DTPHP belum dapat menggunakannya secara maksimal karena diperlukan operator yang memiliki keterampilan khusus dalam mengendalikan sekaligus menjalankan fungsi teknis drone untuk kebutuhan pertanian.


“Kita drone itu dapat satu, tapi itu memang masih kita butuh pilotnya,” sebut Purno Edi.


Menurutnya, kebutuhan personel tidak sebatas pada kemampuan menerbangkan drone. Tenaga teknis juga diperlukan untuk memahami pengoperasian alat dalam kegiatan pertanian, sementara personel yang ada masih membutuhkan pelatihan.


“Butuh pilot dan tenaga yang teknis menangani karena nanti juga belum dilatih,” tuturnya.


Ke depan, drone tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara bersama oleh kelompok tani yang membutuhkan. DTPHP membuka peluang penggunaan alat untuk kegiatan pemupukan maupun pengendalian hama sehingga fasilitas yang telah tersedia dapat memberikan manfaat lebih luas.


“Nah, ini akan memudahkan, jadi kita sekaligus memfasilitasi manakala ada kelompok yang mau melakukan pengendalian hama, kemudian melakukan pemupukan, kita bisa menggunakan drone,” jelasnya.


Karena itu, keberadaan operator terlatih menjadi salah satu bagian yang perlu dipersiapkan sebelum penggunaan drone diperluas. Kemampuan tenaga pengoperasi dinilai penting agar alat dapat digunakan sesuai fungsi dan tetap aman dalam kegiatan di lapangan.


“Dan itu juga butuh tenaga yang terlatih, drone operatornya,” katanya.


Purno Edi juga mengingatkan agar seluruh bantuan alat pertanian yang telah diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat secara bersama. Pengadaan alat membutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga pemanfaatannya diharapkan tidak hanya terbatas pada satu kelompok apabila dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan petani lainnya.


“Iya, tentu menjadi perhatian buat kita bersama, penganggaran alat ini cukup besar sehingga kami berharap banyak kepada petani tetap semangat dan melakukan aktivitas usahanya dan kemudian bisa dimanfaatkan bersama-sama dengan yang lainnya dan berikutnya ada adalah bagaimana alat ini juga terpelihara dengan baik,” tandasnya.


Dengan dukungan pompa dan drone, DTPHP berharap mekanisasi dapat semakin membantu pekerjaan petani. Di sisi lain, kesiapan operator, pelatihan teknis, serta pemeliharaan menjadi bagian yang perlu berjalan beriringan agar bantuan peralatan dapat digunakan secara berkelanjutan. (SH/ADV)

Terkini